Selasa, 14 Juni 2011

ARTIKEL PENAMPILAN DIRI (GROMING)

Materi

Pengantar
Penampilan Diri (Grooming)
  Penampilan diri penting artinya bagi seseorang dalam  kehidupan sehari-hari, apalagi bagi mereka yang bekerja sebagai tenaga pelayanan, seperti : pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, para pengajar atau instruktur dan sebagainya.
Untuk berpenampilan serasi, menarik, resmi, sopan, luwes, sesuai dengan etiket dan tata krama pergaulan kantor, maka anda perlu mempelajari kompetensi berikut ini.  
 

Pengertian Grooming
  Sebelum anda mengetahui bagaimana menjaga standar keamanan penampilan pribadi,  terlebih dahulu anda mengetahui arti kata grooming, dari pendapat para ahli yang dinyatakan di dalam bukunya masing-masing.  Di bawah ini terdapat arti kata grooming, yang dikutip antara lain:
  1. Kata groom menurut Kamus Bahasa Inggris Indonesia, artinya mengurus, merawat, rapi atau pelihara.
  2. Secara harfiah, grooming artinya penampilan diri.
  3. Grooming dalam penampilan prima adalah,  penampilan diri tenaga pelayanan pada waktu bekerja, memberikan pelayanan kepada kolega dan pelanggan.
  4. Penampilan diri (grooming),  sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,  apalagi bagi yang bekerja  sebagai tenaga pelayanan, seperti pegawai negeri, pelayan toko, tenaga penjualan, kalangan eksekutif bisnis, dan lain-lain, mereka tentu saja perlu berpenampilan serasi dan menarik. 
  5. Well groomed istilah Bahasa Inggris, yang digunakan untuk menggambarkan, orang berbusana resmi dengan baik menarik.  Busana yang baik dan resmi itu berarti penampilan yang rapi, sopan, luwes, serasi dan menarik (personal apperance) sesuai dengan etika dan tata krama pergaulan.
  6. Jadi pengertian grooming, secara singkat adalah, penampilan seseorang, dimulai dari cara berpakaian sampai dengan tutur kata dan sopan santun.
  7. Jadi kecantikan atau ketampanan, bukan hanya dilihat dari luar saja, tapi juga harus diiringi dari dalam (inner-beauty). Oleh karena itu, perilaku juga harus diperhatikan dalam berpenampilan.
                                    

Fungsi Grooming
  Dalam kehidupan sehari-hari, apapun kegiatan kita selalu dihadapkan pada tata aturan dalam melakukan sesuatu yang diuraikan dalam tahap-tahap kegiatan atau langkah-langkah pelaksanaan suatu kegiatan.  Setiap kantor memiliki tata aturan pelaksanaan kegiatan yang berbeda-beda sesuai dengan jenis aktivitasnya, tetapi secara umum sering pula dijumpai kesamaan dalam langkah-langkah mengenai sesuatu kegiatan, inilah yang kita sebut dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Tata aturan yang dimaksud, diantaranya termasuk pentingnya grooming bagi perusahaan, terbukti grooming dapat mempengaruhi para pelanggan atau pengunjung, karena grooming bertujuan antara lain:
  1. Penampilan pegawai mengatas-namakan suatu lembaga atau perusahaan,  sehingga penampilan pegawai harus disukai oleh orang lain atau pelanggan.
  2. Penampilan pegawai mencerminkan kepribadian yang baik dan memberikan kesan positif dari pelanggan perusahaan.
  3. Penampilan para pegawai, agar selaras dengan nilai-nilai keindahan dan tata krama yang berlaku dalam kehidupan seluruh lapisan masyarakat.
  4. Menyadari bahwa kecantikan bukan semata-mata dari bentuk wajah saja, tetapi dari hati  nurani yang tulus dan ikhlas, sehingga keluar pancaran kecantikan dari dalam (inner-beauty)

Menjaga Standar Keamanan Penampilan Pribadi
  Untuk menjaga standar keamanan penampian pribadi, penggunaan pakaian kerja yang sesuai akan mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan atau luka.  Berikut ini beberapa tips memilih jenis pakaian kerja yang aman.
  1. Pilih bahan dengan teliti, cari bahan yang nyaman dipakai, hindari bahan yang mudah terbakar atau panas dipakai.
  2. Pilih model pakaian, disesuaikan dengan keadaan jasmani, warna kulit, keperluan, iklim, jenis pekerjaan, serasi, bersih, tidak terlalu sempit dan tidak terlalu longgar, karena akan mengganggu gerakan dalam bekerja.
  3. Hindari celana panjang yang terlalu panjang dan terlalu lebar di bagian bawah, karena akan mengganggu ketika berjalan, bahkan mudah terkait atau jatuh.
       
  4. Dasi, dapat digunakan untuk pekerjaan yang dilakukan di kantor atau bagian pemasaran barang atau jasa, bukan di pabrik bagian produksi karena juntaian dasi dapat tergulung pada benda yang berputar atau terjepit.


  5. Pilihlah sepatu yang nyaman dipakai, gunakan sepatu untuk mengamankan kaki dari benda jatuh atau benda tajam kecil atau tergelincir pada waktu kerja.  Penggunaan model sepatu disesuaikan dengan jenis pekerjaan.

  6. Perhiasan atau aksesoris, seperti cincin, kalung, gelang, jam tangan, sebaiknya tidak dipakai pada waktu kerja di dalam bengkel atau ruang produksi,  sebab benda tersebut mudah sekali terkait oleh peralatan yang berputar atau bergerak pada alat elektrik yang bermagnet, terutama dapat menyebabkan tidak bebasnya bergerak, serta mengakibatkan rasa sakit pada waktu tangan atau jari menggunakan peralatan.


  7. Sarung tangan, digunakan untuk membantu pekerjaan yang berhubungan dengan panas, tajam atau licin  juga digunakan sebagai sarana isolator untuk pekerjaan listrik.

  8. Kacamata, digunakan untuk melindungi mata dari bahaya sinar yang tajam, serpihan benda kerja dan debu. Gunakan kacamata sesuai dengan jenis pekerjaan.



 

Selain pakaian, di bawah ini terdapat beberapa tips penampilan pribadi yang baik dilakukan:
  1. Perawatan tubuh,  karena tubuh yang terawat akan memancarkan keindahan, pesona dan kecantikan.
  2. Kosmetika, dibutuhkan oleh pekerja wanita.  Gunakan kosmetik seperlunya, jangan terlalu berlebihan.  Pekerja pria pun perlu kosmetik, agar penampilannya lebih segar dan terawat.  Kosmetik pria biasanya berupa, deodorant, parfum dan minyak rambut.
  3. Pekerja wanita maupun pria, haruslah mengetahui dan menerapkan dalam kehidupannya, dengan etika pergaulan dan etika dalam bekerja (kode etik). Secara umum seorang pekerja haruslah sabar, jujur, loyal, sopan, penuh inisiatif, ramah, tulus, mematuhi hukum dan norma yang berlaku, baik norma agama maupun norma-norma yang diyakini oleh masyarakat. Tidak suka memuji diri sendiri, mau mendengarkan orang lain, peduli, menghormati pendapat orang lain, memiliki pendirian yang kuat, berpikir objektif dan rasional.
  4. Duduk yang baik yakni, dapat mengatur badan sedemikian rupa, jangan menyandarkan punggung sambil kaki menjulur ke bawah.  Khusus untuk wanita lutut harus selalu berdekatan.  Usahakan tidak membungkuk waktu menulis dan duduk.  Jangan pula duduk kaku seperti papan, karena itu akan cepat lelah.

  5. Mengangkat dan memindahkan barang atau peralatan, maupun macam-macam bahan dengan cara dan posisi yang tidak benar, akan mengakibatkan terkilir atau sakit punggung atau anggota badan   lainnya.  Untuk itu, jika mengangkat benda yang cukup berat usahakan posisi punggung lurus dan pergunakan otot paha sebagai tumpuan. Banyak kecelakaan atau kesakitan dan kelainan pada punggung, yang disebabkan oleh kesalahan pada waktu mengangkat benda yang kurang tepat maupun dalam posisi yang salah. 
Di bawah ini  terdapat beberapa cara mengangkat barang yang benar, sehingga dapat terhindar dari kecelakaan,  antara lain :
  1. Mengangkat dengan punggung yang rata tidak boleh melengkung.
  2. Mengangkat dengan posisi punggung miring dan kepala tetap tegak.
  3. Mengangkat benda di lantai, mulailah dari bawah dengan posisi jongkok.
  4. Sedapat mungkin mengangkat benda dekat dengan badan.
  5. Posisi berdiri dalam keadaan aman.
  6. Posisi memegang benda kerja cukup kuat.
  7. Badan dalam posisi bebas bergerak.

Sikap Terhadap Keselamatan
  Banyak kecelakaan atau kesakitan dan kelainan pada tubuh, yang disebabkan oleh kesalahan pada waktu bekerja, oleh karena itu perlu anda mengetahui sikap terhadap keselamatan, di bawah ini ada dua tafsiran keselamatan, yakni:
  1. Tafsiran operasional,  yakni meliputi keselamatan yang kompleks reaksi tenaga kerja terhadap pekerjaan dan lingkungannya. Misalnya usaha-usaha pimpinan perusahaan atau petugas keselamatan   kerja, yang didasarkan atas suasana serasi antara pengusaha dan tenaga kerja. Seperti : Jamsostek,  Asuransi Jiwa,  Undang-Undang Kecelakaan,  dan sebagainya.
  2. Tafsiran psikologis,  yakni meliputi keselamatan psikologis.  Misalnya tekanan emosi, kelelahan atau konflik-konflik kejiwaan yang tak selesai. Faktor ini sangat berperan timbulnya kecelakaan.                          Penulis : Drs. Supranjono Pengkaji Materi : Dra. Nuryetty Zain, MM Pengkaji Media : Irvana Steviano, S Pd     Pemrogram : Nasehadin Pendesain Grafis : Bambang Adranto Animator : Bambang Adrianto     Quality Control : Wien Roa Irawan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar